Selasa, 12 Februari 2013

Contoh Laporan Perjalanan : “Senja di Teluk Penyu”


                Sabtu, 30 Juni 2012, setelah pembagian rapor kenaikan kelas, saya, kakak, ayah, ibu, dan adik saya bersiap-siap menuju rumah Paman di Purwokerto, Jawa Tengah. Kami berangkat dari rumah pukul 16.00 dengan mengendarai mobil. Perjalanan dari Yogyakarta menuju Purwokerto kurang lebih selama 5 jam. Perjalanan begitu menyenangkan ketika kami melewati hutan jati dan bukit-bukit yang hijau. Meskipun hanya hutan buatan namun pemandangan yang terhampar tetap amat indah.
            Di luar dugaan ternyata perjalanan lebih lama 2 jam karena kemacetan yang terjadi. Kami pun sampai disana pukul 23.00. Perjalanan yang jauh membuat kami kelelahan. Setelah bertegur sapa dengan paman, bibi, dan saudara,  kami pun tidur.
            Hari berikutnya, Minggu, 1 Juli 2012, pukul 04.30 pagi, kami bersiap siap menuju makam nenek di Cilacap untuk berziarah. Setelah sarapan dan berkemas-kemas, kami pun berangkat. Kami berangkat pukul 07.00 dengan mengendarai mobil. Perjalanan dari Purwokerto menuju Cilacap kurang lebih selama 2 jam. Kami menikmati pemandangan indah bukit-bukit yang hijau dan sungai yang mengalir.
            Pukul 09.00 kami sampai di Cilacap. Sebelum menuju makam nenek, kami mengunjungi rumah kakek. Rumah kakek saya tidak begitu jauh dengan makam nenek. Kami pun melanjutkan perjalanan ke makam nenek untuk berziarah.
            Pukul 09.30 kami sampai di makam nenek. Di sana kami kerja bakti membersihkan makam. Mulai dari menyapu daun yang sudah gugur, memangkas ranting pohon yang sudah kering, dan mencabut tanaman yang mengganggu. Setelah selesai, kami pun berdo’a bersama.
            Setelah selesai, kamipun kembali ke rumah kakek pada pukul 11.30. Kami makan siang bersama dan melakukan shalat dzuhur.  Setelah itu, kami beristirahat sejenak kemudian berpamitan. Kami akan melanjutkan perjalanan.
            Pukul 13.00 kami melanjutkan perjalanan menuju Pantai Teluk Penyu dan Benteng Pendem di Cilacap. Dalam perjalanan, kami melewati banyak tempat menarik. Salah satunya kilang minyak pertamina yang dulu sempat terbakar. Api yang besar membakar kilang minyak tersebut sehingga sulit dipadamkan. Hingga saat itu, asap dari kilang minyak yang terbakar tersebut masih bisa dilihat.
            Pukul 15.00 kami sampai di Pantai Teluk Penyu. Pemandangan di Pantai Teluk Penyu amat indah, sayangnya kami datang di saat yang kurang tepat, penyu-penyu tidak terlihat, tetapi pemandangan pantai tetap amat indah. Ombak yang menghampiri tepi pantai begitu indah dilihat. Pulau-pulau diseberang pantai terlihat jelas. Kapal-kapal besar yang mengangkut minyak terlihat dari kejauhan. Mercusuar tinggi berdiri ditengah laut.  Kapal-kapal nelayan ditambatkan di tepi pantai. Di sana adik saya membeli sebuah layang-layang berbentuk pesawat terbang dan sebotol gelembung sabun. Angin pantai yang kencang menerbangkan layang-layangnya dengan mudah, sampai-sampai gelembung sabun yang dibelinya bisa bergelembung tanpa harus ditiup. Keluarga saya yang lain duduk-duduk dan menikmati pemandangan pantai yang indah di gubuk bambu yang sudah disediakan.
            Ayah saya menyuruh saya untuk menemani adik saya bermain. Karena terlalu bersemangat sayapun terjatuh saat berjalan mundur untuk menerbangkan layang-layang.  Ternyata saya terjatuh karena menginjak tali pengikat perahu yang sedang ditambatkan. Orang-orang yang melihat sayapun tertawa terbahak-bahak. Hal itu membuat saya malu sekali.
            Sayapun melanjutkan bermain dengan adik saya. Kami  bermain gelembung sabun. Adik saya sangat senang. Saya dan kakak saya mengambil gambar adik saya yang sedang bermain gelembung sabun. Saking senangnya mengambil gambar, saya terjatuh lagi. Kai ini saya terjatuh karena tersandung batu besar. Beruntung tidak ada yang melihat. Sayapun melanjutkan kegiatan saya.
            Pukul 16.00, hari sudah semakin sore, tiba-tiba ada salah seorang pemilik perahu yang menawarkan perjalanan ke Pulau Nusa Kambangan. Awalnya saya tidak tahu dimana letak Pulau Nusa Kambangan tersebut. Sayapun bertanya kepada ibu saya. Ibu saya menunjukkan letak pulau tersebut yang ternyata amat jelas terlihat dari Tepi pantai. Ibu saya juga menjelaskan bahwa di Pulau Nusa Kambangan, terdapat LP (Lembaga Pemasyarakatan). Dulu sempat ada penjahat yang kabur dari LP tersebut dengan cara berenang dari Pulau Nusa Kambangan menuju Pantai Teluk Penyu.
            Pukul 16.30, saudara-saudara saya mengajak untuk masuk ke Benteng Pendem yang letaknya tidak jauh dari Pantai Teluk Penyu. Namun,, saya tidak ikut karena hari sudah semakin gelap dan saya takut untuk masuk kesana. Saya pernah mendengar cerita tentang pembantaian yang terjadi disana dan itu menyebabkan nyali saya ciut untuk memasukinya. Akhirnya saya tidak ikut masuk kesana. Saya lebih memilih melihat tenggelamnya mentari senja di pinggir pantai.
            Pukul 17.00, saudara-saudara saya belum kembali dari Benteng Pendem. Saya membeli bakpao yang dijual di pinggir pantai. Saya melihat kembali ombak-ombak yang semakin besar dan  matahari yang sudah mulai terbenam. Indah sekali.
            Pukul 17.30 saudara-saudara saya kembali. Kamipun memutuskan untuk pulang ke Yogyakarta. Sebelum pulang saya sempat melihat mentari senja yang sudah tenggelam di samping Pulau Nusa Kambangan. Dalam perjalanan pulang, mentari sudah tenggelam. Hari sudah gelap. Tak terasa saya tertidur di perjalanan. Pukul 23.30 kami sampai di rumah. Perjalanan yang saya lalui amatlah mengesankan. Senja di Pantai Teluk Penyu memang sangat indah.
Oleh : Anindya Intan Ardanari